Home » Jenazah Warga Maros Ditolak Naik Mobil Ambulans

Jenazah Warga Maros Ditolak Naik Mobil Ambulans

Gudang Jelly Gamat -Banyaknya photo yg memotret jenazah Denggang, penduduk Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana, Kab Maros, Sulawesi Selatan yg wafat di Puskesmas Cenrana & dipulangkan bersama menumpang mobil pengangkut ikan beredar di fasilitas sosial Fb.

tukang ikan

Photo tersebut diupload mula-mula kali oleh Muhammad Rusli Adriani Al Hidayah. Dalam akunnya, dirinya menuliskan pesan yg ditujukan terhadap Bpa Presiden Joko Widodo. Dia mengeluhkan sikap Puskesmas yang tidak ingin meminjamkan mobil ambulans utk mengangkut jenazah Denggang.

“Yth Presiden Bpk Joko Widodo, tadi lebih kurang pukul 8.30 Wita, seseorang masyarakat Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, bernama Denggang wafat di Puskesmas Cenrana. Yg kami sayangkan Pak Presiden, dikarenakan pihak puskesmas tak ingin meminjamkan mobil ambulance-nya menjadi terpaksa mayat orang tua kami memakai mobil pengangkut ikan. Duh, kakunya petinggi negara ini.” kalau kata bahasa sundanya ( Aduh Karunya ) ,

Tidak cuma itu, dirinya serta kecewa atas sikap petinggi di pemerintahan daerah Maros yg dinilainya tak mengutamakan rasa kemanusiaan.

“Barusan kepala puskesmas ke hunian sesudah dikasih tahu stafnya bahwa kasus ini heboh di Fb. Jelasnya, mobil ambulance ini bukan mobil mayat. Tetapi, apapun argumen jelas-jelas itu tak manusiawi. Ini soal kemanusiaan, periode mayat diangkut bersama mobil pengangkut ikan,” catat Rusli menyikapi komentar dari akun yang lain.

” Negeri Kaya “
Iwan Fals (2010)

Negeri ini memang kaya
Kaya orangnya, kaya binatangnya
Negeri ini memang kaya
Kaya alamnya, kaya budayanya
Negeri ini memang kaya
Kaya pejabatnya, kaya penjahatnya
Negeri ini memang kaya
Kaya idenya, kaya sejarahnya
Negeri ini memang kaya

Hei, Bung Karno…
Aku bersimpuh di makammu
Hei, Bung Karno…
Nyenyakkah tidur abadimu
Kudatang mengganggu istirahatmu

Negeri ini memang kaya
Kaya rakyatnya yang menangis diujung parang
Kaya harapan, kaya agamanya

Merah putih termangu
Terkulai berdebu dipojok gedung bekas penjajah
Pancasila meronta
Garuda tertatih melayang pergi
Negeri ini memang kaya

Hei, Bung Karno…
Aku bersimpuh di makammu
Sebarkan kembang ibu yang letih
Hei, Bung Karno…
Nyeyakkah tidur abadimu
Inikah nyanyian kecewa
Hei, Bung Karno…
Aku bersimpuh di makammu
Akankah kisahmu menjadi api
Hei, Bung Karno…
Nyenyakkah tidur abadimu
Dingin yang aneh menyiksa negeri

Merah putih termangu
Terkulai berdebu dipojok gedung bekas penjajah
Pancasila meronta
Garuda tertatih melayang pergi
Negeri ini memang kaya

Hei, Bung Karno…
Aku bersimpuh di makammu
Maafkanlah aku yang cengeng
Hei, Bung Karno…
Nyeyakkah tidur abadimu
Tularkan keberanianmu itu
Hei, Bung Karno…
Aku bersimpuh di makammu
Suaramu menggelegar di kalbu
Hei, Bung Karno…
Nyeyakkah tidur abadimu
Biarlah mimpi itu kan nyata

Negeri ini memang kaya
Kaya penguasanya yang miskin hatinya
Kaya marahnya Indonesia Raya
Negeri ini memang kaya .

Facebook Comments