Home » Artikel Kesehatan » 5 Cara Mencegah Penularan Penyakit Demam Berdarah

5 Cara Mencegah Penularan Penyakit Demam Berdarah

Penyebaran penyakit demam berdarah kini sedang marak terjadi di Indonesia. banyaknya penderita dan korban meninggal akibat virus demam berdarah yang terjadi di Indonesia kini masih terus mengalami peningkatan setiap harinya. Banyaknya korban yang menderita penyakit demam berdarah ini bisa terjadi oleh beberapa faktor salah satunya yaitu akibat musim penghujan yang dimana musim penghujan ini dapat menyebabkan banyak genangan air yang kerap menjadi tempat berkembangnya nyamuk aedes aegypti.

Oleh karena itu, hingga kini kementerian kesehatan mencatat bahwa pada periode 1 Januari hingga 3 Februari 2019 penderita demam berdarah di Indonesia mencapai 16.692 dan 169 orang meninggal dunia. Sejak awal Januari penderita dan korban terbanyak berada di Jawa Timur yang mencapai 3.074 orang penderita dan 52 orang meninggal dunia.

Selain itu, jumlah korban dan penderita terbanyak di indonesia berada di Jawa Barat dengan total penderita 2.204 orang dan jumlah korban meninggal yakni 14 orang. Di NTT jumlah penderita 1.364 orang, dan jumlah korban meninggal mencapai 15 orang. Sedangakan, di Jawa Tengah terdapat jumlah penderita 1.333 orang dan korban meninggal yakni 14 orang.

Penyakit demam berdarah dengue atau DBD merupakan penyakit yang cukup berbahaya dan sangat cepat penyebarannya. Selain itu, demam berdarah bisa diakibatkan karena kurangnya menerapkan perilaku 3M plus yaitu menguras, menutup, menimbun, plus menyemprot. Oleh karena itu, untuk mencegah demam berdarah biasanya pemerintah melakukan penyemprotan atau fogging untuk mencegah jentik – jentik nyamuk Aedes Aegypti yang berkembang biak.

Selain melakukan penyemprotan, untuk melakukan pencegahan anda juga harus melakukan di dalam rumah sendiri dan berikut 5 cara mencegah penularan penyakit demam berdarah.

  • Sering membersihkan bak mandi

Sering membesihkan bak mandi minimal satu minggu sekali dapat memutus siklus hidup nyamuk Aedes Aegypti. Hal ini karena nyamuk Aedes Aegypti dapat berkembang biak di tempat yang berisi air, nyamuk betina akan bertelur pada dinding bak yang terisi air sehingga larva nyamuk kemudian akan mendapatkan makanan dari mikroorganisme yang hidup disekitarnya. Larva nyamuk ini akan melepaskan kulit perlindung mereka dan berkembang biak hingga mencapi tahap terakhir, yang dimana larva nyamuk sudah cukup kuat sehingga berubah menjadi pupa dan akhirnya menjadi nyamuk Aedes Aegypti.

  • Menggunakan kasa nyamuk

Kasa nyamuk sanat berguna untuk mencegah masuknya nyamuk dari luar rumah, oleh karena itu anda bisa menggunakan kasa nyamuk pada pintu dan juga jendela rumah anda.

  • Menghilangkan habitat nyamuk

Baskom yang berisi air, vas bunga, ember dan juga wadah lainnya yang dapat menumpang air sangat berpotensi menjadi tempat nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak. Oleh karena itulah, rajin – rajinlah untuk membersihkan tempat – tempat tersebut setidaknya 2 minggu sekali untuk mengurangi resiko munculnya nyamuk Aedes Aegypti.

  • Jangan biasakan menumpuk atau menggantung baju

Menggantung atau menumpuk baju kotor dapat menjadi tempat favorit untuk dihinggapi nyamuk. Hal ini dikarenakan nyamuk sangat menyukai aroma tubuh manusia. Oleh karena itu, anda jangan membiasakan baju atau pakaian lainnya dibiarkan menumpuk atau di gantung terlalu lama.

  • Menggunakan obat nyamuk

Menggunakan obat nyamuk meruipakan cara yang paling sering dilakukan oleh setiap keluarga, ada yang menggunakan obat nyamuk dengan cara di bakar, listrik dan juga lotion. Oleh karena itu, jika anda hendak berpergian anda harus menggunakan lotion anti nyamuk terutama pada bagian tubuh yang tidak tertutup. Selain itu, gunakan obat nyamuk jika hendak tidur karena pada waktu itu nyamuk Aedes Aegypti biasanya akan aktif pada malam hari dan menjelang subuh.

Itulah beberapa cara mencegah penyebaran penyakit demam berdarah yang bisa anda lakukan. Oleh karena itu, cegah dari sekarang karena mencegah lebih baik dari pada mengobatinya.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.